Tampilkan postingan dengan label Dakwah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dakwah. Tampilkan semua postingan

Memerangi nafsu Ammarah

Manakala manusia berkeinginan melakukan besikan hati yang terlarang, maka wajib meninggalkan dan mohon ampun pada Allah SWT. Namun Apabila nafsu amarah bis su' (mengajak berbuat maksiat) tidak mau patuh untuk meninggalkannya, karena nafsu tersebut secara alami menyukai kesenangan-kesenangan yang terlarang, maka harus diperangi (mujahadah) agar tunduk kepa kita, dan dikerahkan segenap kemampuan untuk memeranginya dengan menantangnya. Karena nafsu itulah yang menjeremuskan pada kehancuran abadi, dengan cara beransur-ansur menarik kita dari satu kemaksiatan menuju kemaksiatan yang lain, hingga jatuh dalam kehancuran. Dalam arti, manakala nafsu amarah menggilas dan tidak bisa dibendung dengan mujahadah, maka kemaksiatan demi kemaksiatan akan berlangsung, hingga kehancuran abadi, yakni kekafiran ada di depan mata. dalam situasi semacam ini, nafsu adalah musuh paling berbahaya.
Rasulullah SAW bersabda:
اٙعْدٙى اٙعْدٙائِكٙ نٙفْسُكٙ الّٙتِي بٙيْنٙ جٙنْبِيْكٙ
Musuhmu yang paling berbahaya adalah nafsumu yang berada antara lumbungmu.
Sebaliknya, apabila bisikan hati yang terlarang terlanjur terealisasi, karena nafsu telah menguasai, maka harus segera dihentikan, agar dosa melakukan dapat dihilangkan dengan bertaubat. Allah SWT telah berjanji menerima taubat, sebagai anugerah dari-Nya.
وَهُوَ الَّذِي يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ وَيَعْفُو عَنِ السَّيِّئَاتِ وَيَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَ
Dan Dialah yang menerima taubat dari hamba-Nya (Q.S. Asy-Syura: 25)
      Jika perbuatan maksiat tidak segera dihentikan karena menikmatinya, atau karena malas meninggalkannya, maka obatnya adalah mengingat kematian dan datang ajal yang secara tiba-tiba, karena mengingat yang demikian adalah pendorong yang kuat untuk menghentikan kemaksiatan.
Rasulullah SAW bersabda:
أٙكْثِرُوْا ذِكْرٙ هٙازِمِ اللّٙذّٙاتِ
Perbanyaklah dari mengingat pemutus kelezatan (yakni mati). H.R. Tirmizi.

      Namun jika penyebab tidak segera dihentikannya  kemaksiatan itu karena putus asa dari rahmat atau pengampunan Allah SWT yang disebabkan besarnya dosa, atau karena membayangkan siksaan Allah SWT, 
Allah SWT berfirman:
إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِن رَّوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ
Sesungguhnya tidaklah berputus asa dari rahmat Allah, kecuali kaum yang kafir (Q.S. Yusuf: 87)
        Obat yang mujarab dalam hal ini dalah dengan mengingat keluasan kasih sayangnya Allah yang tanpa batas. agar tidak berputus asa dari pengampunan-Nya.
Allah SWT berfirman:
قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q. S. Az-Zumar: 53)
Rasulullah SAW bersabda:
والّٙذِي نٙفْسِي بِيٙدِهِ لٙوْ لٙمْ تُذْنِبُوْا لٙذٙهٙبٙ اللّٰهُ بِكُمْ وٙلٙجٙاءٙ بِقٙوْمٍ يُذْنِبُوْنٙ فٙيٙسْتٙغْفِرُوُنٙ اللّٰهٙ فٙيٙغْفِرُ لٙهُمْ
Demi Tuhan yang jiwaku dalam kekuasaan-Nya, andaikan kalian tidak berbuat dosa,pastilah Allah akan membinasakan kalian, dan pastiilah Allah akan mendatangkan kaum yang berbuat dosa lalu mereka memohon ampunan, kemudian Allah mengampuni mereka (H.R. Muslim).

______________
Nafsu berbagi 4 Macam:
1. Nafsu Ammarah, yaitu nafsu yang selalu mengajak pada kemaksiataan, tidak pernah diperangi, mengikuti tuntutan syahwat dan ajakan syaithan.
2. Nafsu Lawwamah, yaitu nafsu yang bersinar dengan cahaya hati, sesuai  dengan kadar kesadaranyan. Manakala berbuat salah, dia akan mencaci nafsu dan bertaubat.
3. Nafsu Muthmainnah, yaitu nafsu yang sempurna sinarnya dengan cahaya hati, hingga sifat-sifat tercela hilang, dan memakai akhlak-akhlak terpuji.
4. Nafsu Ruhaniyyah, yaitu nafsu yang condong pada perkara mubah, seperti rekreasi, mendengar suara indah, makan makanan enak. Prof. Dr. Sahal Mahfudz, Thariqah Al-Hushul, vol II, hal. 610.




Tingkatan Keimanan Manusia kepada Allah SWT

Tingkatan Keimanan Manusia kepada Allah SWT

TIGA TINGKATAN IMAN :

1. ilmul yaqin (علم اليقين)
2. 'ainul yaqin  (عين اليقين)
3. haqqul yaqin (ٌحق اليقين)

☑ Si A, B, dan C adalah tiga orang yang sama-sama punya keyakinan bahwa teman mereka yg bernama Ahmad berada di dalam sebuah ruangan.

✴ Si A yakin bahwa Ahmad ada di ruangan itu karena diberitahu oleh seseorang yg sangat bisa dipercaya dan di dia meyakininya.

✴ Si B yakin bahwa Ahmad ada di ruangan itu karena dia (Si B) mendengar bunyi suaranya (Ahmad) memantul dari dalam ruangan itu.

✴ Si C sangat yakin bahwa Ahmad ada di ruangan itu karenan dia masuk kedalam ruangan itu dan melihat Ahmad dengan mata kepalanya.

Itulah 3 tingkatan keyakinan.

jika 3 tingkatan keyakinan tersebut ditarikkan ke soal iman kepada Allah maka penjelasannya sebagai berikut:

1⃣. Sebagian orang beriman kepada Allah SWT karena informasi dan bimbingan orangg tua dan guru-gurunya, bahwa Allah SWT  sang pencipta alam semesta ini wajib adanya.

2⃣. Sebagian orang beriman dan pecaya bahwa Allah SWT itu wajib adanya, karena menurut logika akal sehatnya, alam semesta yang begitu teratur dan rapi ini adalah barang baru (ada sesudah tidak ada) d an tidak mungkin terwujud denga sendirinya atau terjadi secara kebetulan.

3⃣. Sebagian orang yakin dengan seyakin-yakinnya bahwa Allah SWT itu ada karena mereka melihaNYA secar langsung dengan mata hati (عين البصيرة) mereka.

Yg pertama disebut ilmul yaqin, yg kedua 'ainul yaqin dn yg ketiga haqqul yaqin

🔎 Sesuai dengan pesan Imam Al-ghazaly :
Yang Pertama إيمان العوامٌ
Yang Keedua إيمان المتكلمين (imannya para pemikir)
Yang Ketiga إيمان العارفين

اللهم اجعلنا من العارفين المقربي .آمين

Cara Khatam Al-Quran dalam seminggu

Trik Untuk menamatkan (Khatam) Al-Quran dalam seminggu sangatlah mudah apabila kita mengikuti metode yang pernah terapkan oleh Khalifah yang ketiga yaitu Sayyidina Usman Bin Affan Radhiallahu Anhu.
Insyaallah dengan berkat mengikuti metode dari sahabat yang Mulia tersebut tercapai target Khatam Al-Quran dalam seminggu.
Dianjurkan ketika hendak sampai di bagian akhir sebelum Khatam agar mengajak seluruh Keluarga dan kerabat serta saudara muslim lainnya yang kita cinta untuk menghadiri majelis Khatam Al-Quran supaya kita dapat mendoakannya, hal ini yang sering dilakukan oleh Sahabat Rasul Yang Mulia Anas Bin Malik.
Dalam satu riwayat Rasulullah SAW bersabda :
أن للقارئ عند ختم القرآن الكريم دعوة مستجابة
Doa dari orang-orang yang mengkhatamkan Al-Quran diijabahkan atau diterima oleh Allah SWT.

Iman An-Nawawi RA berkata bahwa para Ulama Golongan Tabi'in negeri Kuffah yang Sholeh akan berpuasa pada hari mereka mengkhatamkan Al-Quran atau menghadiri majelis Khatam Al-Quran.



Rezeki Anak Manusia

DELAPAN JENIS REZEKI DARI ALLAH

1.Rezeki Yang Telah Dijamin.

وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ
"Tidak ada satu makhluk melatapun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin ALLAH rezekinya."
(Surah Hud : 6).

2. Rezeki Kerana Usaha.

وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَانِ إِلَّا مَا سَعَى
"Tidaklah manusia mendapatkan apa-apa kecuali apa yang dikerjakannya."
(Surah An-Najm : 39).

3. Rezeki Kerana Bersyukur.

لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu."
(Surah Ibrahim : 7).

4. Rezeki Tak Terduga.

وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا( ) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
"Barangsiapa yang bertakwa kepada ALLAH nescaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya."
(Surah At-Thalaq : 2-3).

5. Rezeki Kerana Istighfar.

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا ( ) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا
"Beristighfarlah kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, pasti Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta.”
(Surah Nuh : 10-11).

6. Rezeki Kerana Menikah.

وَأَنكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِن يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ
"Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak dari hamba sahayamu baik laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, maka ALLAH akan memberikan kecukupan kepada mereka dengan kurnia-Nya."
(Surah An-Nur : 32).

7. Rezeki Kerana Anak.

وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ نَّحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ
"Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu kerana takut miskin. Kamilah yang akan menanggung rezeki mereka dan juga (rezeki) bagimu.”
(Surah Al-Israa' : 31).

8. Rezeki Kerana Sedekah.

مَّن ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً
"Siapakah yang mahu memberi pinjaman kepada ALLAH, pinjaman yang baik (infak & sedekah), maka ALLAH akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipatan yang banyak."
(Surah Al-Baqarah : 245).

Semoga Allah sentiasa limpahkan kita dengan rezeki zahir dan batin yang dapat membantu perjalanan kita menuju Allah. Amiin..
Yg tidur subuh tidak dapat rezeki barakah..!
SILA SHARE DAN SEBARKAN

TRIK KUAT HAFALAN

عن علي ابن ابي طالب ، قال، ثلاثة يزدن في الحفظ ويذهبن البلغم : السواك ، والصوم ، وقراءة القرآن.
.
Tiga amalan yang dapat memperkuat Hafalan
dan menghilangkan Balgham ( lendir ) yaitu:
1.Bersiwak. 2.Berpuasa. 3.Membaca Al-Qur'an. ( Sayyiduna Ali bin Abi Thalib.)
.
.
Di balik sunnah pasti ada kejayaan. Yakin....!! Bi idznillah

CARA HABIB MENDIDIK ANAK-ANAK MEREKA

Cara orang-orang terdahulu yang soleh dari Keluarga Ba'alawi (Habaib) mendidik anak-anak mereka

1) Ibu ketika menyusui sambil membaca Ayat Kursi dan Al-Ikhlas, al-'alaq, An-nas dan mengulang-ulang bacaan
2) Pertama kali yang diajarkan kepada anak ketika baru bisa bicara adalah:"Radhitu billahi Rabba wa bil Islami Diina wa Muhammaan nabiyya" (aku ridha Allah sebagai Tuhanku dan Islam agamaku dan Nabi Muhammad Nabi dan Rasulku)
3) Mengajak keluar anak-anak kecil ketika waktu malam yang terakhir (sebelum subuh) ke masjid agar menjadi kebiasaan
4) Sebelum memasuki Bulan-bulan berkah seperti Ramadhan, mereka mengumpulkan anak-anak mereka dan bertanya kepada mereka, apa yang akan kalian kerjakan dibulan yg berkah ini? Dari amalan membaca Alqur'an, zikir, sedekah dll
5) Mereka mengajari anak-anak mereka niat-niat yang baik sebagaimana mengajari mereka Surah Al Fatihah
6) Mereka mengadakan majlis ilmu di rumah, dan berkumpul di rumah, harian atau mingguan, mereka membaca sedikit dari al Quran ( tadarus) dan kitab hadis dan fiqah dan mereka menutup majlis dengan doa dan selawat kpd Nabi Muhammad SAW
7) Ketika masuk baligh anak mereka, mereka memberi tahu anaknya kalau sudah Mukallaf dan sekarang dua Malaikat akat mencatat kebaikan dan keburukan dan menulis ucapan dan perbuatannya
8) Mereka tidak menunda pernikahan anak-anak mereka setelah baligh krn khawatir terjerumus kepada kemaksiatan
9) Mereka mengajari anak-anak dgn berdoa memohon kpd Allah dlm setiap keadaan, maka apabila anaknya ingin sesuatu dr orang tuanya, mereka berkata kpd anaknya wuduklah dan shalat 2 rakaat dan mintalah kpd Allah hajat-hajatmu. Dan setelah shalat, orang tua memberikan apa yg di minta oleh anak seraya berkata Sungguh Allah lah yg mengabulkan doamu
10) Mereka membagikan tugas kpd setiap anak, ada yg tugas pergi ke pasar, dan ada yg menyapu rumah dan ada yg tugas melayani tamu dan menyediakan air dsb
11) Mereka lebih banyak memperhatikan pembelajaran anak perempuan mereka daripada yg laki-laki kerana anak perempuan tidak boleh keluar rumah
12) Mereka memberi semangat buat anak-anak mereka agar dapat berjumpa dg Baginda Rasulullah SAW dalam mimpi.
Mari mendidik anak-anak kita menjadi insan yg mulia.

KESETIAAN SITI KHODIJAH RA.


Suatu ketika Rasulullah SAW. pulang dalam keadaan sangat letih dari medan dakwah. Ketika hendak masuk rumah, Khadijah biasanya menyambut beliau berdiri di depan pintu.
Ketika Khadijah hendak berdiri menyambut Suami tercinta, Rasulullah berkata: “Wahai Khadijah tetaplah di tempatmu.” Saat itu Khadijah sedang menyusui anaknya Fatimah yang masih bayi. Rasulullah faham dengan kesetiaan Khadijah, Rasulullah TAKJUB dengan pengorbanan Khadijah. Meskipun dalam keadaan LELAH menjaga rumah tangganya. Mekipun dalam keadaan LETIH dalam memelihara anaknya, Khadijah masih sempat menunjukkan KESETIANNYA kepada sang Suami walau dengan hal yang SEDERHANA.
Bahkan seluruh harta bendanya diberikan kepada Nabi demi perjuangan Islam dan bahkan lebih dari itu, jiwa dan raganya diperuntukkan untuk Islam.
Tidak jarang Khadijah menahan lapar sambil menyusui anaknya Fatimah ra. Sehingga yang keluar bukan air susu lagi tapi DARAH yang keluar yang MASUK ke dalam MULUT Fatimah.
Melihat Khadijah letih menyusui anaknya, Rasulullah mengambil Fatimah dan diletakkan di tempat tidurnya. Gantilah Rasulullah berbaring dipangkuan sang Istri. Karena Rasulullah begitu lelah dan letih dari mendakwahkan islam kepada umatnya yang menolak seruannya, beliaupun tertidur dipangkuan sang istri.
Ketika itulah khadijah dengan belaian kasih sayang membelai rambut Beliau. Tak terasa AIR MATA Khadijah menetes mengenai pipi Rasulullah SAW. Nabipun terjaga
“Wahai Khadijah kenapa engkau menangis? Adakah engkau menyesal bersuamikan aku, Muhammad? Dahulu engkau wanita bangsawan, engkau mulia, engkau hartawan, tetapi hari ini engkau telah dihina orang, semua orang telah menjauh darimu, seluruh harta bendamu habis. Adakah engkau menyesal bersuamikan aku, Muhammad?”
Khadijah al-Kubra berkata,
“Wahai suamiku, wahai Nabi Allah, bukan itu yang aku tangiskan. Dulu aku memiliki kemuliaan, kemuliaan itu aku serahkan untuk Allah dan Rasul-Nya. Dahulu aku memiliki kebangsawanan, kebangsawanan itupun aku serahkan untuk Allah dan Rasul-Nya. Dahulu aku memiliki harta kekayaan, seluruh harta kekayaan itu aku serahkan untuk Allah dan Rasul-Nya.
Wahai Rasulullah, sekarang ini aku tidak memiliki apa-apa lagi. Tetapi engkau masih terus memperjuangkan agama ini.”
“Wahai Rasulullah, sandainya aku telah MATI sedangkan perjuanganmu ini belum selesai, kemudian engkau hendak menyebrangi sebuah lautan, ..engkau hendak menyebrangi sebuah sungai dan engkau tidak menemukan satu perahu pun ataupun jambatan, maka engkau gali lubang kuburku, engkau gali kuburku, kemudian ambillah TULANG BELULANGKU, engkau jadikan jembatan sebagai jalan menyeberangi sungai itu untuk menemui umatmu.
MENGOBATI HATI YANG LALAI

MENGOBATI HATI YANG LALAI


Mengobati hati yang bodoh dan lalai yang tidak mengerti akann nikmat allah taala, kecuali nikmat yang sangat khusus atau  nikmat mengiringim musibah.
Adapun tata cara mengobatinya yaitu:
Selalu membanding dirinya dengan orang yang berada di bawahnya ( orang yang lebih pahit kehidupannya didunia). mencoba metode yang diterapkan oleh ahli sufi dalam mengobati hati yang lalai. Yang pertama mereka selalu menghadiri rumah orang yang ditimpa sakit setiap hari, kedua mengunjungi pemakaman orang muslimin setiap hari, ketiga mengunjungi tempat eksekusi hukuman bagi orang orang yang melanggar.
Tujuan yang pertama para sufi menghadiri rumah orang sakit ialah untuk melihat bentuk cobaan dan musibah yang ditimpakan oleh Allah kepada mereka, kemudian para sufi introspeksi dirinya yang masih sehat bugar dan selamat jiwa raganya tanpa sakit, maka Sadarlah hatinya dengan nikmat sehat yang masih diberikan Allah kepadanya dan mengucap syukur kepada Allah SWT.
Tujuan yang kedua ialah untuk mengetahui apakah permintaan yang sangat diharapkan oleh orang mati, ternyata mereka mengharapkan dihidupkan kembali walaupun sati hari saja. Kenapa? Adapun orang yang maksiat kepada Allah ingin bertaubat dan memperbaiki kesalahahnya yang telah terdahulu, sedangkan orang yang taat kepada Allah ingin menambah ketaatannya.
Tujuan yang ketiga ialah untuk melihat orang orang yang di bunuh dan orang dipotong tangan dan kakinya dan melihat betapa banyak siksaan yang mereka hadapi, maka terdorong jiwanya untuk mensyukuri nikmat Allah atas terpelihara mereka dari segala  bentuk Jinayah jadilah mereka orang yang selau bersyukur kepada Allah SWT.[1]
Salah seorang Ulama Sufi bernama Arrabi’ bin Khisham, beliau merupakan orang yang telah terbuka mata hatinya juga masih menggunakan metode ini agar bertambah kuat dan kokoh  hatinya dalam mengenal Allah dengan segala nikmat yang telah diberikan. Beliau menggali satu kuburan di dalam rumahnya, lalu beliau tidur di dalah liang kubur itu dengan mengikat sesuatu di lehernya. Kemudian beliau berkata:
رَبِّ ارْجِعُونِ لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحاً فِيمَا تَرَكْتُ[2]
Ya Tuhanku Kembalikanlah aku kedunia, pastilah aku akan mengerjakan amalan shaleh (baik) yang telah aku tinggalkan”.
Kemudian beliau bangun dan berkata: Wahai Rabi’ padahal sungguh telah aku berikan apa yang telah engkau minta, maka Laksanakanlah  sebelum kamu meminta dikembali dan tidak bisa kembali.












[1] ALGHAZALI, Ihya Ulumuddin, Jilid IV (Darul Fikri). h 132.
[2] Surat Al Mukminun, Ayat 99-100.

40 HADIS SHAHIH DI BULAN ROMADHAN


*40 HADIS SHAHIH DI BULAN ROMADHAN*

 عن أبي هريرة رض ي الله عنه ، عني النبي صلى الله عليه وسلم6 قال : [من صام رمضان إيمانا واحتسابا ، غفر له ما تقدم من ذنبه]
 متفق عليه
*"Barang siapa yang berpuasa Romadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni baginya dosa dosa yang telah lalu”*

 عن أبي هريرة رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال : [صوموا لرؤيته ، وأفطروا لرؤيته ، فإن غبي عليكم ، فأكملوا عدة شعبان ثلاثين[
 رواه البخاري


Berpuasalah karena kalian meliat Hilal dan berbukalah ketika kalian melihatnya apabila terhalangi (mendung) atas kalian maka sempurnakan bilangan sya’ban 30 hari

 عن سهل بن سعد رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : [إن في الجنة بابا يقال له الريان يدخل منه الصائمون يوم القيامة لا يدخل منه أحد غيرهم يقال : أين الصائمون ؟ فيقومون لا يدخل منه أحد غيرهم ، فإذا دخلوا أغلق فلم يدخل منه أحد]
متفق عليه

 Sesungguhnya di surga ada satu pintu yang dinamakan dengan Ar Royyan akan masuk disana orang orang yang berpuasa nanti di hari kiamat dan tidak akan masuk selain mereka, dikatakan: dimana orang yang berpuasa? Kemudian mereka masuk dan tidak masuk selain mereka, apabila mereka telah masuk maka ditutup dan tidak ada yang masuk selain mereka”*

 عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : قال الله عز وجل : [كل عمل ابن آدم له إلا الصيام فإنه لي وأنا أجزي به]
متفق عليه

*“Allah berfirman : Setiap amalan bani Adam itu miliknya kecuali puasa maka itu bagi-KU dan AKU sendiri yang akan membalasnya”*

 عن حفصة رضي الله عنها قالت : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :[لا صيام لمن لم يفرضه من الليل[
رواه ابن ماجه وصححه الألباني

*“Tidak ada puasa bagi orang yang tidak meniatkannya dari malam hari”*

 عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال :[. . . . ومن كان من أهل الصيام دعي من باب الريان]
متفق عليه

 “Barang siapa dari orang yang berpuasa maka akan dipanggil dari pintu Ar Royyan”

 عن أبي هريرة رضي الله عنه قال :
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : [والصيام جُنّة]
متفق عليه

 Dan puasa itu adalah perisai

 عن عائشة رضي الله عنها أن بلالا كان يؤذن بليل فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : [كلوا واشربوا حتى يؤذن ابن أم مكتوم ، فإنه لا يؤذن حتى يطلع الفجر]
 رواه البخاري

 “Makanlah dan minumlah sampai Ibnu Ummi Maktum adzan, karena dia tidak adzan kecuali setelah terbit fajar”

 عن زيد بن ثابت رضي الله عنه قال :
تسحرنا مع النبي صلى الله عليه وسلم ثم قام إلى الصلاة ، قلت :[كم كان بين الأذان والسحور قال قدر خمسين آية]
 رواه البخاري

*“Kami sahur bersama Nabi Shollallahu Alaihi Wa Sallam kemudian beliau bangkit untuk sholat, aku berkata berapa jarak antara adzan dan sahur? Sekadar bacaan 50 ayat”*

 قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : [تسحروا فإن في السحور بركة]
متفق عليه

* “Bersahurlah kalian karena pada sahur itu barakah”*

عن أبي أيوب رضي الله عنه ، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال :
من صام رمضان ثم أتبعه ستا من شوال كان كصيام الدهر
 رواه مسلم

*”Barangsiapa puasa bulan Romadhan kemudian diikuti dengan puasa enam hari di bulan Syawwal maka seperti dia puasa setahun”*

عن ابن عباس رضي الله عنها أن النبي صلى الله عليه وسلم قال :
عمرة في رمضان تعدل حجة ، أو حجة معي
 متفق عليه

*”Umroh di bulan Ramadhon menyamai haji atau haji bersamaku”*

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال :
من قام ليلة القدر إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه .
رواه البخاري

*”Barangsiapa menghidupkan malam lailatul karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka diampuni baginya apa yang telah lalu dari dosa dosanya”*

عن ابن عباس رضي الله عنهما قال
. . وكان يلقاه جبريل في كل ليلة من رمضان فيدارسه القرآن
متفق عليه

*"Dan Jibril mendatangi beliau Shollallahu Alaihi Wa Sallam pada setiap malam dan mengajari beliau Al Qur’an”*

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال :
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :
والذي نفسي بيده لخلوف فم الصائم أطيب عند الله تعالى من ريح المسك
متفق عليه

”Demi yang jiwaku berada ditangannya sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi disisi Allah dari bau misik”

عن ابن عباس رضي الله عنهما قال :
كان النبي صلى الله عليه وسلم أجود الناس وكان أجود ما يكون في رمضان
متفق عليه

*"Adalah Nabi Shollallahu Alaihi Wa Sallam paling dermawannya manusia dan beliau paling dermawan dibulan Ramadhan”*

عن عائشة رضي الله عنها قالت
كان النبي صلى الله عليه وسلم إذا دخل العشر شد مئزره وأحيا ليله وأيقظ أهله .
 رواه البخاري

*”Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam apabila masuk pada sepuluh hari terakhir, beliau mengencangkan sarungnya dan menghidupkan malam malamnya dan membangunkan keluarganya”*

عن ابن عمر رضي الله عنهما قال
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :
التمسوها في العشر الأواخر – يعني : ليلة القدر- فإن ضعف أحدكم أو عجز ، فلا يغلبن على السبع البواقي
 رواه مسلم

*”Carilah lailatul qadr pada sepuluh hari terakhir (di bulan Ramadhan) apabila kalian tidak mampu maka janganlah kalian terlewatkan dari tujuh hari terakhir”*

عن بعض أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم قال :
لقد رأيت النبي صلى الله عليه وسلم بالعرج يصب على رأسه الماء وهو صائم من العطش أو من الحر
صححه الألباني

”Aku melihat Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam di suatu lembah, yang mana beliau mengguyurkan air ke kepala beliau dalam keadaan beliau puasa karena dahaga atau panas”

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :
أتاكم شهر رمضان شهر مبارك فرض الله عليكم صيامه
صححه الألباني

*”Datang kepada Kalian bulan yang penuh berkah, Allah wajibkan bagi kalian berpuasa di bulan itu”*

عن عائشة رضي الله عنها قالت :
كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يدركه الفجر وهو جنب من أهله ثم يغتسل ويصوم .
( متفق عليه )

*”Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam ketika terbit fajar beliau dalam keadaan junub dari istrinya kemudian beliau mandi dan puasa”*

عن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال :
إذا نسي أحدكم ، فأكل أو شرب ، فليتم صومه فإنما أطعمه الله وسقاه
 متفق عليه

*Apabila salah seorang dari kalian lupa kemudian makan dan minum, maka hendaknya dia menyempurnakan puasanya karena Allah yang memberinya makan dan minum”*

عن عائشة رضي الله عنها قالت :
كان النبي صلى الله عليه وسلم يقبل ويباشر وهو صائم ، وكان أملككم لإربه .
 متفق عليه

”Dulunya Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam mencium dan bercumbu (dengan istrinya) dan beliau adalah orang yang paling bisa menahan syahwatnya”.

عن عائشة رضي الله عنها قالت :
إن كان رسول الله صلى الله عليه وسلم ليقبل بعض أزواجه وهو صائم
 رواه البخاري

”Sungguh Rosulullah Shollallahu Alaihi Wa Sallam mencium istrinya dalam keadaan beliau puasa”

عن لقيط بن صبرة رضي الله عنه قال :
قلت يا رسول الله ، أخبرني عن الوضوء ؟ قال  . أسبغ الوضوء ، وخلل بين الأصابع ، وبالغ في الاستنشاق إلا أن تكون صائما
 صححه الألباني

”Aku berkata Wahai Rasulullah kabarkan kepadku tentang wudhu’? Beliau berkata: sempurnakan wudhu’ dan sela selalah diantara jari jemari, dan bersungguh sungguhlah kalian *memasukkan air kehidung kecuali kalian berpuasa”*

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال :
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :
فإذا كان يوم صوم أحدكم ، فلا يرفث ولا يصخب ، فإن سابه أحد أو قاتله ، فليقل : إني صائم
 متفق عليه

*”Apabila kalian dihari puasa kalian janganlah berkata keji dan mengumpat, apabila ada yang mencela kalian atau memerangi kalian, maka katakan aku sedang berpuasa”*

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال :
قال النبي صلى الله عليه وسلم من لم يدع قول الزور والعمل به فليس لله حاجة في أن يدع طعامه وشرابه
 رواه البخاري

”Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan beramal dengannya maka Allah tidak butuh ketika dia meninggalkan makannya dan minumnya”

 إذا أفطر أحدكم فليفطر على تمر فإن لم يجد فليفطر على ماء ، فإنه طهور
 صححه الألباني

”Apabila kalian berbuka maka berbukalah dengan kurma apabila dia tidak mendapatkannya maka berbukalah dengan air karena itu bersih ”

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم عن شهر رمضان المبارك :
ولله عتقاء من النار وذلك كل ليلة .
رواه الترمذي وصححه الألباني

*Dan Allah memiliki orang orang yang dibebaskan dari neraka, dan itu setiap malam”*

عن سهل بن سعد رضي الله عنه ، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال :
لا يزال الناس بخير ما عجلوا الفطر
 متفق عليه

”Senantiasa manusia diatas kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka”

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :
من فطر صائما كان له مثل أجره غير أنه لا ينقص من أجر الصائم شيء
صححه الألباني

*”Barangsiapa yang memberi makan orang yang berpuasa maka baginya pahala seperti pahala orang yang berpuasa dan tidak dikurangi dari pahala orang yang berpuasa sedikitpun”*

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم عن أول ليلة من شهر  رمضان :
وينادي مناد يا باغي الخير أقبل ويا باغي الشر أقصر .
صححه الألباني

”Rasulullah shwllallahu Alahi Wa Sallam bersabda tentang awal malam dari bulan Ramadhan: dan memanggil orang yang memanggil wahai orang yang menginginkan kebaikan marilah! Dan wahai orang yang gemar dengan kejelekan kurangilah”!

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :
نعم سحور المؤمن التمر .
صححه الألباني

”Sebaik baik sahur seorang mukmin adalah kurma”

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا أفطر قال ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله .
حسّنه الألباني

”Apabila Rosulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam berbuka beliau berkata : telah hilang rasa dahaga dan telah basah urat urat, dan telah tetap pahala in sya Allah”

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :
أتاني جبريل . . . . . . . . . قال يا محمد من أدرك شهر رمضان فمات فلم يغفر له فأدخل النار فأبعده الله قل آمين فقلت آمين
صححه الألباني

*”Jibril mendatangi aku (Rwsulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam)…dia berkata Wahai Muhammad barangsiapa yang mendapati bulan Ramadhan kemudian meninggal dan tidak diampuni baginya, kemudian dia masuk neraka, dan dia dijauhkan oleh Allah, katakan amin kemudian aku berkata amin”*

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :
رب صائم حظه من صيامه الجوع والعطش ورب قائم حظه من قيامه السهر
صححه الألباني

*”Berapa banyak dari orang yang berpuasa tidak mendapatkan bagian dari puasanya kecuali lapar dan dahaga, dan berapa banyak dari orang yang shalat tidak ada bagian untuknya kecuali begadang*”

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :
إنه من قام مع الإمام حتى ينصرف كتب له قيام ليلة .
صححه الألباني

”Sesungguhnya barangsiapa yang shalat bersama imam sampai selesai maka dituliskan baginya shalat semalam suntuk”

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :
تسحروا ولو بجرعة من ماء .
صححه الألباني

”Bersahurlah kalian walaupun hanya seteguk air”

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :
إن هذا الشهر قد حضركم وفيه ليلة خير من ألف شهر من حرمها فقد حرم الخير كله ولا يحرم خيرها إلا محروم .
حسنه الألباني

”Sesungguhnya bulan ini telah hadir kepada kalian dan didalamnya ada malam yang lebih baik dari seribu bulan barangsiapa yang diharamkan atasnya maka dia telah diharamkan atas kebaikan seluruhnya, dan tidaklah diharamkan dari kebaikannya kecuali orang orang yang diharsmkan (dari kebaikan)”

عن عائشة رضي الله عنها قالت :
يا رسول الله أرأيت إن وافقت ليلة القدر ما أدعو قال تقولين اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني .
صححه الألباني

”Ya Rosulullah kalau aku mendapati lailatul Qodr doa apa yang aku panjatkan? engkau berdoa ‘Ya Allah sesungguhnya engkau pemaaf, mencintai pemberian maaf, maka maafkanlah kami’ ”

Telegram Berbagi ilmu agama
Alih bahasa:
Abu Arifah Muhammad Bin Yahya Bahraisy

Allahumma shalli wa sallim 'ala sayyidina Muhammad habibir'rahman 'adada maa yakunwa maa qad kan

Sumber :
Thariqah Alawiyah Plus