Wanita /pria seperti apa yang ideal untuk dijadikan musuh dalam selimut , mencoba mengotak atik bait alfiyah dan filosof yang terkandung dalam bait
dalam memilih wanita/pria
1. Cari yang Dekat-dekat Saja
وَفِي اخْتِيَارٍ لاَ يَجِيء الْمُنْفَصِلْ # إذَا تَأَتَّى أنْ يَجِيء الْمُتَّصِلْ
Kalau tidak terpaksa, tak perlu mendatangkan dhamir munfashil
Selama masih bisa memakai dhamir muttashil (bait ke-63)
Selama masih bisa memakai dhamir muttashil (bait ke-63)
Dalam urusan cinta dan pernikahan bait di atas menyarankan, sebaiknya carilah pasangan dari lingkungan terdekat dan sepikiran dengan kita(muttasil). Misalnya masih satu kelas, satu pesantren, satu kampung,atau tetangga desa yang dekat dekat dan seterusnya. Alasannya jelas karena kita lebih paham karakter mereka dari pergaulan setiap hari
bagi santri ,mencari pasangan dari santri sepesantren terasa asyik karena masih sama-sama satu guru. Sehingga pemikiran dan pemahaman masih selaras. Tetapi kalau sudah keadaan nonikhtiar(sudah tak wanita yang cocok dipesantrenmu/sekolahmu) alias darurat, tak mengapa mencari pasangan dari lingkungan, komunitas, atau daerah lain(munfasil)
yang penting sepemikiran
"
bagi santri ,mencari pasangan dari santri sepesantren terasa asyik karena masih sama-sama satu guru. Sehingga pemikiran dan pemahaman masih selaras. Tetapi kalau sudah keadaan nonikhtiar(sudah tak wanita yang cocok dipesantrenmu/sekolahmu) alias darurat, tak mengapa mencari pasangan dari lingkungan, komunitas, atau daerah lain(munfasil)
yang penting sepemikiran
"
لم تعرف لم تحب
"
"tak kenal makanya tak cinta"
"
"tak kenal makanya tak cinta"

EmoticonEmoticon