Imam Muhammad ibn Sulaiman Al-Jazuli, seorang ulama yang masyhur di kalangan Ahlussunnah Wal Jama'ah, suatu ketika sedang berjalan-jalan di padang pasir. Ketika waktu shalat tiba, beliau berusaha untuk mencari sumber air untuk berwudhuk dan melepaskan dahaganya. Setelah beberapa saat menyusuri padang pasir, beliau menemukan sebuah sumur yang sangat dalam. Sumur itu masih menyimpan air, tapi sayang Imam Jazuli tidak menemukan alat untuk mengambil air dari sumur itu.
Ketika beliau tengah kebingungan mencari alat untuk mengambil air, tiba-tiba beliau melihat seorang anak perempuan kecil menghampiri beliau dari tempat ketinggian. Anak kecil itu bertanya, "Siapakah anda tuan, mengapa anda berada di tempat yang sesunyi ini?".
Imam Jazuli lantas menjelaskan hal ihwal beliau dan kesulitan yang tengah menimpanya.
"Anda adalah laki-laki terpuji yang terkenal karena kesalehan anda!" seru anak kecil itu. Anak kecil perempuan itu tampak kebingungan mencari alat untuk mengeluarkan air dari dalam sumur. Setelah agak lama mencari namun tak juga menemukan, si anak lalu mendekat ke bibir sumur dan meludah kedalamnya. Ajaib, air sumur tiba-tiba meluap sampai ke atas permukaan tanah.
Setelah minum dan merampungkan wudhuknya, Imam Jazuli lantas berkata, "Wahai anak kecil, sungguh aku kagum kepadamu, dengan amal apakah engkau dapat meraih kedudukan setinggi ini?".
Anak perempuan kecil itu menjawab, "Dengan memperbanyak membaca shalawat kepada orang yang apa bila ia (Nabi Muhammad SAW) berjalan di padang belantara, binatang-binatang buas akan mengibas-ngibas ekornya (menjadi jinak)."
Setelah mendengar penuturan anak kecil itu Imam Al-Jazuli lantas bersumpah untuk menyusun sebuah kitab yang membahas tentang shalawat untuk Nabi Muhammad SAW. Kelak, setelah kitab tersebut selesai ditulisnya, kitab itu dinamai Dalailul Khairat. Sebuah kitab yang masih terus dibaca hingga saat ini karena keberkahannya yang luar biasa.

EmoticonEmoticon